SEMARANG – Antusiasme masyarakat terlihat dalam peluncuran Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (OSS) Tuberkulosis di Kota Semarang. Program ini resmi diluncurkan di Puskesmas Bangetayu, Kamis (4/9), sebagai upaya percepatan eliminasi TBC.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan target eliminasi TBC di Semarang pada 2028. “Dengan layanan ini, kita bisa deteksi lebih cepat dan memutus rantai penularan,” ujarnya.
OSS TBC menghadirkan layanan inovatif berupa Tes Cepat Molekuler dan rontgen pintar berbasis AI. Semua pemeriksaan tersedia gratis dalam sekali kunjungan di Puskesmas Bangetayu, Ngaliyan, dan Gunungpati.
Warga menyambut baik layanan ini. Seorang kader Bangetayu menyebut program ini sangat bermanfaat, sementara Joko (50), warga setempat, mengapresiasi langkah pemerintah yang benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Agustina menjelaskan bahwa hingga kini terdapat 3.698 kasus TBC di Semarang. Dengan program OSS, pihaknya berharap angka kasus bisa ditekan signifikan.
Pemkot juga menyiapkan fasilitas tambahan berupa rawat inap di Puskesmas Bangetayu, guna memperkuat layanan primer bagi masyarakat.
Selain itu, studi pra-pilot ini menjadi bagian dari riset nasional. Tenaga kesehatan, logistik, hingga integrasi data akan diuji untuk mendukung kebijakan eliminasi TBC.
Warga mengaku senang karena pelayanan lebih cepat dan mudah diakses. “Pemerintah turun langsung, itu yang membuat kami merasa dekat,” kata Joko.
Agustina berharap OSS TBC bisa menginspirasi daerah lain. “Semarang harus jadi kota model eliminasi TBC. Kita optimis 2028 bisa tercapai,” ujarnya.
Reporter: Ismu Puruhito

