CEGAH GENANGAN: Pekerja lapangan memeriksa jalur pembuangan air di sekitar proyek sodetan Unissula Kaligawe sebagai upaya memperkuat mitigasi banjir, Selasa (11/11). Foto: Ist.

Sodetan Unissula Jadi Kunci Utama Atasi Genangan di Kaligawe, Pemkot Semarang Percepat Pekerjaan

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menempatkan kawasan Kaligawe sebagai prioritas utama dalam penanganan banjir. Melalui BPBD, Pemkot memperkuat sodetan Unissula sebagai jalur utama pembuangan air menuju laut serta menyiapkan sistem peringatan dini di seluruh wilayah timur kota.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono, menyebut kawasan Kaligawe menjadi titik rawan utama akibat pertemuan aliran air dari hulu, rob pesisir, dan curah hujan ekstrem.

“Kaligawe adalah simpul banjir. Karena itu, sodetan Unissula harus diperkuat agar air dari hulu bisa langsung mengalir ke laut,” ujarnya, Selasa (11/11).

Ia menjelaskan, proyek sodetan saat ini tengah dalam tahap percepatan pengerjaan, dengan dukungan tenaga tambahan dari dinas terkait. Normalisasi drainase di sekitar kawasan industri juga dilakukan secara paralel.

Selain sodetan, BPBD melakukan optimalisasi pompa dan sistem pembuangan di titik genangan Trimulyo dan Gebanganom. “Kami pastikan pompa berfungsi maksimal, dan pompa cadangan disiapkan di lokasi strategis,” katanya.

Dalam waktu dekat, BPBD juga akan memasang sistem peringatan dini di kawasan Kaligawe yang terhubung langsung dengan data BMKG.

“Warga akan mendapat peringatan otomatis lewat sirine dan pesan singkat saat curah hujan tinggi terdeteksi,” tambahnya.

Endro menegaskan, dalam dua minggu ke depan pihaknya fokus membersihkan sedimentasi dan memperbaiki infrastruktur dasar yang rusak akibat banjir.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot meminta bantuan pemerintah pusat berupa tambahan pompa besar, genset, dan dana rehabilitasi pascabencana.

“Kalau semua alat siap, daya tampung dan aliran air bisa pulih seperti semula,” ujarnya.

Banjir akhir Oktober lalu menyebabkan 63.400 warga terdampak di 20 kelurahan. Empat korban meninggal dunia, sementara kerugian material di kawasan industri Kaligawe mencapai miliaran rupiah.

Endro menambahkan, penanganan Kaligawe menjadi bagian dari program besar pengendalian banjir pesisir dan tanggul laut. “Tanpa penguatan sistem dari hulu hingga hilir, genangan akan terus berulang,” katanya.

Pemkot menargetkan seluruh sistem pengendalian di Kaligawe bisa beroperasi penuh sebelum puncak musim hujan tahun depan.

“Semarang harus siap menghadapi iklim ekstrem dengan infrastruktur tangguh dan peringatan dini yang efektif,” pungkas Endro.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link