SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pertanian kembali menggelar Semarang Agro Expo 2025 di UPTD Agrobisnis/Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Mijen pada 12–14 September 2025. Acara ini menjadi ajang strategis bagi petani, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mempromosikan produk unggulan sekaligus berbagi inovasi.
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, mengatakan pameran ini mengusung tema “Bertani Untuk Masa Depan, Menjaga Ketahanan Pangan Berkelanjutan.” Tema ini dipilih untuk menegaskan pentingnya peran pertanian sebagai garda terdepan ketahanan pangan.
“Pameran ini tidak hanya menghadirkan produk segar, tetapi juga inovasi olahan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan,” ujarnya.
Agro Expo tahun ini menghadirkan 32 stan, terdiri dari kelompok tani, kelompok wanita tani (KWT), akademisi, komunitas UMKM, hingga stan alat dan mesin pertanian modern. Hal ini menunjukkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor usaha.
Selain pameran, pengunjung juga dapat mengikuti pelatihan empon-empon, lomba Ndongeng Tani untuk siswa SMP, hingga kontes ternak dan talkshow edukatif. “Kami ingin mengajak generasi muda lebih dekat dengan pertanian melalui cara yang kreatif dan menyenangkan,” kata Shoti’ah.
Event ini juga menjadi ajang promosi bagi UMKM yang mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. “Harapan kami, semakin banyak inovasi produk yang bisa bersaing di pasar,” tambahnya.
Masyarakat yang hadir disuguhi pengalaman berbeda karena ada demo teknologi alsintan, edukasi urban farming, serta hiburan musik.
Agro Expo juga menjadi momentum mempererat kerja sama pemerintah dan petani agar produktivitas semakin meningkat. “Kota Semarang harus siap menghadapi tantangan pangan ke depan,” ujar Shoti’ah.
Panitia berharap acara ini mendorong masyarakat untuk mendukung produk lokal. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram @dispertan_smg.
Reporter: Raffa Danish

