SINERGI DIGITAL: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memimpin pemulihan sistem CCTV dan menginstruksikan sinergi antar-OPD untuk memperkuat keamanan kota. Foto: Ist.

Pemkot Semarang Pulihkan Sistem CCTV, Perkuat Sinergi OPD untuk Keamanan Kota

SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang mempertegas komitmen dalam menjaga keamanan publik berbasis teknologi. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memerintahkan Diskominfo mencabut surat penonaktifan layanan internet monitoring CCTV agar seluruh jaringan kembali aktif.

“Tidak ada pemotongan anggaran. Keamanan warga adalah prioritas utama,” ujar Agustina, Rabu (29/10).

Ia menilai sistem CCTV menjadi elemen vital dalam pengawasan dan pengendalian keamanan di ruang publik. Karena itu, Pemkot memastikan seluruh infrastruktur kembali berfungsi optimal.

Langkah ini juga diiringi dengan evaluasi besar-besaran terhadap kondisi jaringan dan sistem server. Dinas teknis diminta segera memperbaiki titik-titik yang mengalami gangguan.

“Semua harus berjalan simultan. Kami ingin sistem pengawasan kota semakin tangguh,” jelasnya.

Selain memperkuat jaringan, pemerintah berencana menambah kapasitas server dan melakukan pembaruan perangkat keras di beberapa titik pantau.

Agustina menekankan pentingnya sinergi antar-OPD agar pengelolaan sistem keamanan berbasis digital lebih terintegrasi.

Menurutnya, Pemkot tidak hanya berorientasi pada respons cepat, tetapi juga pembangunan sistem yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini harus terus dijaga agar setiap layanan publik berbasis digital berjalan optimal,” katanya.

Diskominfo juga akan meningkatkan sistem manajemen data CCTV agar lebih aman dan terhubung langsung dengan pusat komando kota.

Pemerintah berharap, pemulihan layanan ini bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah kota.

Langkah-langkah ini menandai komitmen Pemkot Semarang untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjaga kenyamanan warga.

Dengan dukungan penuh dari seluruh jajaran, Semarang diharapkan menjadi kota yang lebih aman, modern, dan terintegrasi.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link