UJI COBA BUS LISTRIK: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meninjau armada bus listrik Trans Semarang yang mulai diuji coba di koridor 1 sebagai langkah menuju transportasi hijau. Foto: Ist.

Pemkot Semarang Ajukan Pembiayaan Bus Listrik, Efisiensi Energi Jadi Target Utama Tahun 2026

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang semakin serius dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan. Wali Kota Agustina Wilujeng mengajukan proposal pembiayaan kepada DPRD Kota Semarang untuk konversi bus konvensional Trans Semarang menjadi bus listrik di koridor 1 pada tahun 2026.

Agustina menegaskan, langkah ini merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya menekan polusi, tetapi juga menurunkan biaya operasional transportasi umum. “Bus listrik lebih hemat energi, tidak bising, dan perawatannya jauh lebih murah,” ujarnya.

Uji coba dua unit bus listrik Trans Semarang sudah dimulai sejak Rabu (5/11) dengan rute Terminal Mangkang–Simpang Lima–Terminal Penggaron. Layanan ini gratis selama dua pekan sebagai bagian dari sosialisasi transportasi masa depan.

“Antusiasme warga tinggi, karena mereka ingin mencoba kendaraan tanpa emisi yang nyaman,” kata Agustina.

Ia menjelaskan, koridor 1 dipilih karena menjadi jalur ekonomi strategis yang menghubungkan kawasan barat dan timur kota. “Jika uji coba ini sukses, kita akan memperluas ke koridor lainnya,” ujarnya.

Kepala Dishub Semarang, Andi Purnomo, menambahkan, hasil evaluasi teknis uji coba akan menjadi dasar penghitungan biaya operasional. “Efisiensi energi bisa mencapai 30–40 persen dibanding bus diesel,” ungkapnya.

Selain efisiensi, Pemkot juga melihat potensi ekonomi baru yang muncul dari kebijakan ini, seperti industri perawatan baterai dan charging station.

Agustina menilai kebijakan ini selaras dengan komitmen pemerintah pusat yang mendorong elektrifikasi transportasi publik. “Semarang ingin menjadi kota percontohan di Jawa Tengah,” katanya.

Ia menegaskan, pembiayaan yang diajukan ke DPRD mencakup pengadaan unit bus, pembangunan fasilitas pengisian daya, serta pelatihan operator.

“Transportasi hijau bukan hanya perubahan teknologi, tapi perubahan cara berpikir kita dalam melayani publik,” tegasnya.

Saat ini Trans Semarang mengoperasikan 281 bus diesel di delapan koridor utama. Targetnya, seluruh armada akan beralih ke listrik secara bertahap hingga 2030.

Dengan langkah ini, Pemkot berharap dapat menekan emisi karbon hingga 20 persen per tahun serta memperbaiki kualitas udara perkotaan.

“Langkah kecil hari ini bisa jadi perubahan besar untuk generasi mendatang,” pungkas Agustina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link