SEMARANG — Dalam rangka menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, Pemerintah Kota Semarang mendukung penuh program PAUD EMAS yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut pendidikan anak usia dini sebagai fase krusial yang menentukan kualitas manusia Indonesia di masa depan.
“Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan. Kalau akar pendidikannya kuat, bangsa ini akan berdiri kokoh,” ujarnya di PAUD Tirta Kenanga, Semarang Barat, Kamis (16/10).
Program PAUD EMAS hadir sebagai wujud nyata dari visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Agustina berterima kasih kepada Bunda PAUD Provinsi, Nawal Arafah Yasin, atas komitmennya mengawal program hingga tingkat kelurahan.
Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan pendidikan, melainkan strategi nasional membentuk karakter bangsa yang unggul sejak dini.
“Semarang siap memperluas PAUD EMAS di semua kecamatan agar tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan,” tegasnya.
Hingga kini, Pemkot Semarang telah memiliki 1.200 satuan PAUD yang melayani lebih dari 150 ribu anak usia dini.
Bunda PAUD Provinsi, Nawal Arafah Yasin, menambahkan bahwa PAUD EMAS dibangun atas semangat kemandirian, inklusivitas, dan kebahagiaan. “Pendidikan anak usia dini harus membahagiakan, bukan menekan,” katanya.
Program ini juga menargetkan 100% kelurahan memiliki minimal dua satuan PAUD pada 2030, dengan 40% di antaranya sudah ramah anak dan inklusif.
Kegiatan peluncuran di PAUD Tirta Kenanga dihadiri perangkat daerah, kader PKK, dan organisasi PAUD se-Kota Semarang.
Agustina menilai kolaborasi lintas sektor ini sebagai langkah strategis membangun fondasi generasi masa depan yang sehat dan berkarakter.
“Jika kita ingin Indonesia maju di 2045, maka hari ini kita mulai dari pendidikan anak usia dini,” pungkasnya.
Dengan dukungan semua pihak, Semarang optimistis menjadi kota percontohan dalam penyelenggaraan PAUD berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Reporter: Raffa Danish

