inovasi kampung Semarang, Kampung Hebat 2025, kreatif pro lingkungan, transformasi masyarakat, budaya gotong royong, program DP3A

Lomba Kampung Hebat 2025 Hadirkan Inovasi Baru, Wali Kota Agustina Dorong Transformasi Berkelanjutan

SEMARANG – Lomba Kampung Hebat 2025 resmi ditutup Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, di Lapangan Bumirejo, Pudak Payung, Minggu (23/11). Dalam kesempatan tersebut, Agustina menekankan pentingnya lomba sebagai ruang transformasi warga, bukan sekadar kompetisi tahunan.

Ia menyampaikan bahwa banyak inovasi kampung yang muncul dari momen persiapan lomba, mulai dari pengelolaan lingkungan hingga program pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, ini membuktikan bahwa kampung mempunyai kekuatan ide yang harus terus dikembangkan.

Kolaborasi Radar Semarang dan DP3A disebut menjadi salah satu kunci keberhasilan. Media dianggap memegang peran signifikan dalam mengangkat gerakan positif warga agar mendapat perhatian lebih luas.

Agustina mengingatkan bahwa beberapa kampung yang belum memenangkan lomba tidak perlu berkecil hati. Ia menekankan bahwa proses pembangunan kampung tidak diukur melalui hadiah, melainkan keberlanjutan inovasi.

Dalam sambutannya, ia menyoroti nilai-nilai kekompakan warga sebagai fondasi pembangunan. Guyub rukun disebutnya sebagai modal utama kampung hebat.

Lomba Kampung Hebat 2025 diikuti 177 peserta dari berbagai wilayah. Setelah seleksi administrasi dan verifikasi lapangan, 36 kampung berhasil masuk final untuk memperebutkan total hadiah Rp51 juta.

Dua kategori lomba, yaitu Kampung Pilah Sampah dan Pro Lingkungan serta Kampung Kreatif dan Inovatif, mencerminkan dua fokus besar pembangunan Kota Semarang tahun ini: transformasi lingkungan dan penguatan ekonomi kreatif.

Agustina menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah isu prioritas kota. Dengan gerakan ASN Wegah Nyampah, ia berharap kampung semakin giat mendorong perilaku pilah sampah.

Menurutnya, reward yang tepat dapat mempercepat perubahan budaya bersih di tingkat kampung. Ia melihat banyak peserta lomba yang sudah menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan sampah.

Selain lingkungan, inovasi kreatif juga menjadi sorotan penting. Kampung yang mampu menghasilkan produk lokal atau karya seni dinilai berpotensi membawa identitas baru bagi kotanya.

Agustina menyampaikan rencana pengembangan lomba di tahun mendatang. Salah satunya adalah pemberian apresiasi bagi pengurus RT sebagai aktor penting perubahan di tingkat komunitas.

Ia berharap setiap kampung terus membangun budaya kolaboratif sehingga transformasi dapat berlangsung berkelanjutan. Menurutnya, Kota Semarang akan semakin maju jika inovasi kampung menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link