SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melangkah menuju sistem pemerintahan yang semakin responsif melalui inovasi kanal pengaduan publik Lapor Semar Solusi AWP.
Dalam upaya memperluas sosialisasi, Pemkot menggandeng mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip menggelar kampanye #Ngadudilaporsemar di CFD Simpang Lima, Minggu (26/10).
Plt. Kepala Diskominfo Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo, menyebut kampanye ini merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan publik. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa setiap laporan ditindaklanjuti secara cepat dan transparan,” ujarnya.
Menurut Yudi, kanal ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi dua arah antara warga dan pemerintah. “Masyarakat tidak lagi pasif, mereka bisa langsung berkontribusi,” jelasnya.
Kegiatan ini menampilkan pertunjukan seni dan media interaktif untuk mengenalkan sistem pelaporan digital secara sederhana dan menarik.
“Kami ingin menumbuhkan budaya digital yang positif. Melapor bukan mengeluh, tapi berpartisipasi,” tegas Yudi.
Dari data Oktober, 61 laporan banjir telah ditangani dengan cepat berkat kanal ini. Warga dapat melapor melalui situs web, aplikasi, maupun WhatsApp resmi Pemkot.
Hasil survei menunjukkan peningkatan pemahaman publik terhadap layanan Lapor Semar hingga 89,2 persen setelah kampanye berlangsung.
Langkah Pemkot Semarang ini sejalan dengan arah kebijakan Smart City dan penguatan layanan publik berbasis data.
“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi perubahan cara berpikir birokrasi,” tambah Yudi.
Warga yang hadir pun menilai inisiatif ini langkah maju. “Saya merasa pemerintah semakin dekat dengan warga,” ujar Rani (29), peserta asal Muktiharjo Kidul.
Melalui kegiatan ini, Pemkot berharap Lapor Semar menjadi ikon komunikasi publik yang mendorong keterbukaan dan kolaborasi.
“Tujuan akhirnya adalah pelayanan publik yang cepat tanggap, akuntabel, dan berbasis kepercayaan,” pungkasnya.
Reporter: Ismu Puruhito

