REMBANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rembang harus segera mencari pemimpin baru. Ketua Umum KONI Rembang, Afif Hariyadi, resmi mengundurkan diri pada 8 Agustus 2025, meski baru menjabat sekitar satu tahun sejak dilantik pada Januari 2024 untuk periode 2023–2027.
Dalam surat pengunduran dirinya, Afif menyebut alasan pekerjaan di luar daerah. Ia kini berdomisili di Malang, Jawa Timur, sehingga merasa tidak mampu lagi menjalankan roda organisasi olahraga di Rembang.
Meski demikian, Wakil Ketua KONI Rembang, Zaenal Arifin, menyampaikan ada kemungkinan faktor politik turut memengaruhi keputusan Afif. “Resminya karena pekerjaan. Tapi dinamika politik di daerah juga bisa saja berpengaruh, mengingat dukungan saat pemilihan ketua dulu berbeda dengan kondisi pemerintahan sekarang,” jelasnya.
Mundurnya Afif memperpanjang daftar ketua KONI di Jawa Tengah yang melepas jabatan sebelum masa periode selesai. Sebelumnya, Ketua KONI Kebumen HD Sriyanto dan Ketua KONI Boyolali Kukuh Hadiatmo juga mengambil langkah serupa.
Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Bona Ventura Sulistiyana, menilai posisi ketua KONI memang sangat erat kaitannya dengan dukungan kepala daerah. “Karena fungsi KONI membantu pemerintah memajukan olahraga prestasi, maka sinergi dengan pemerintah daerah sangat penting, terutama dari sisi pendanaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Hukum Keolahragaan KONI Jawa Tengah, Ali Purnomo, memastikan mekanisme pengganti akan berjalan sesuai aturan. KONI Rembang akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) untuk sementara, sebelum Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) digelar guna memilih ketua definitif.
Ali juga mengaitkan fenomena mundurnya beberapa ketua KONI dengan terbitnya Permenpora No.14 Tahun 2024 yang dinilai menimbulkan kontroversi. “Regulasi ini banyak ditentang KONI di berbagai daerah dan menjadi salah satu faktor munculnya ketidakstabilan,” katanya.
Dengan kosongnya kursi ketua, Plt KONI Rembang diharapkan segera menjalankan roda organisasi agar program pembinaan atlet tidak terganggu. Apalagi, sejumlah agenda olahraga di tingkat kabupaten dan persiapan kejuaraan provinsi sudah menunggu.
KONI Jawa Tengah menekankan agar proses transisi ini dilakukan dengan cepat dan kondusif. Tujuannya, agar perhatian KONI Rembang tetap fokus pada pengembangan olahraga prestasi, bukan terjebak dalam tarik ulur politik.
Masyarakat olahraga Rembang kini menantikan sosok pengganti Afif yang mampu menjaga stabilitas organisasi serta mengembalikan semangat pembinaan atlet di daerah.

