SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang memperkuat layanan KB pria dengan bekerja sama dengan rumah sakit dan tenaga medis spesialis. Kolaborasi ini menjadi faktor utama meningkatnya jumlah peserta vasektomi dalam program KB Kota Semarang tahun 2025.
Kepala Disdalduk KB Kota Semarang, Lilik Farida, menjelaskan bahwa meningkatnya minat masyarakat tidak lepas dari kepercayaan terhadap layanan medis profesional. Warga kini lebih nyaman melakukan tindakan vasektomi di rumah sakit dengan fasilitas lengkap.
Menurut Lilik, kolaborasi dengan dokter spesialis urologi dan bedah memberikan jaminan keamanan lebih tinggi bagi masyarakat. Masyarakat disebut lebih terbuka ber-KB jika tindakan dilakukan oleh tenaga ahli.
Program ini turut mengedepankan model layanan terpadu melalui MUYAN KB dan fasilitas kesehatan. Pemkot memastikan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan tempat melakukan KB sesuai kebutuhan dan kenyamanan.
Capaian peserta vasektomi meningkat drastis pada 2025 dengan lebih dari 100 orang mengikuti tindakan ini. Angka tersebut jauh di atas capaian tahun sebelumnya yang sekitar 46 persen.
Lilik menyebut peningkatan ini sebagai bukti bahwa pemahaman masyarakat tentang KB pria semakin matang. Banyak pasangan kini melihat vasektomi sebagai pilihan modern untuk menjaga kualitas keluarga.
Selain vasektomi, rumah sakit juga melayani metode kontrasepsi lain seperti IUD, implan, dan MOW. Pemkot ingin memastikan pilihan metode lebih beragam dan akses layanan semakin luas.
Disdalduk KB juga menyiapkan sistem penjemputan bagi peserta KB yang terkendala transportasi. Setelah menjalani tindakan, peserta diantar kembali pada hari yang sama untuk memastikan keamanan dan kenyamanan.
Insentif Rp1 juta diberikan kepada peserta vasektomi sebagai bentuk apresiasi. Insentif ini diharapkan mendorong lebih banyak masyarakat untuk mempertimbangkan metode KB yang aman dan efisien.
Rata-rata peserta vasektomi berada pada usia produktif sekitar 33 tahun dan telah memiliki dua anak. Namun, keputusan dapat dipercepat jika kondisi kesehatan istri mengharuskan.
Upaya perluasan layanan KB ini dilakukan untuk mendukung tujuan besar pemerintah menekan angka stunting. Menurut Lilik, keluarga yang terencana memiliki peluang lebih besar mencetak generasi sehat dan kuat.
Pemerintah Kota Semarang akan terus memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk dengan rumah sakit dan organisasi profesi, untuk meningkatkan mutu pelayanan KB.
Program KB di Kota Semarang kini tidak hanya berbasis edukasi, tetapi juga penguatan fasilitas medis. Hal ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam memperluas akses layanan KB pria.

