SEMARANG – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III tahun 2025 di Kota Semarang yang ditutup pekan ini telah berhasil diselesaikan dalam waktu satu bulan. Dalam kurun waktu tersebut, TMMD berhasil merehab rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 10 unit di wilayah Kelurahan Mlatiharjo, Kecamatan Semarang Timur.
Wali Kota Semarang yang diwakili Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A), Noegroho Edy Rijanto mengatakan, dalam TMMD Sengkuyung tahap III ini fokus pada pembangunan fisik dan nonfisik. Dalam TMMD Sengkuyung tahap III pihaknya juga menggandeng Baznas Kota Semarang. “Sebanyak 10 unit rumah tidak layak huni berhasil kita rehab,” jelasnya.
Tidak hanya pembangunan RTLH, TMMD juga melakukan peninggian jalan dan pavingisasi di beberapa wilayah Kelurahan Mlatiharjo, serta pembangunan satu unit tandon air bersih dari PDAM. Sedangkan kegiatan nonfisik mulai dari pelatihan, sosialisasi, pelayanan kesehatan hingga donor darah.
Semua kegiatan tersebut didukung oleh semua OPD di lingkungan Pemkot Semarang, Baznas dan PMI, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sekarang jalannya bagus, penerangannya juga bagus dan di situ ternyata juga ada tempat kuliner ya jadi lebih lebih nyaman. Ini bisa lebih meningkatkan kesejahteraan dan juga masyarakat merasa terbantu sekali dengan adanya TMMD ini,” katanya.
Pemilihan lokasi TMMD, lanjutnya, merupakan usulan dari kelurahan dan kecamatan setempat. Kemudian setelah usulan dirapatkan dan lokasi tersebut memenuhi syarat maka bisa diajukan dalam program TMMD.
Sementara itu, untuk TMMD Sengkuyung tahap IV akan dilaksanakan pada bulan Oktober di Kecamatan Genuk. “TMMD selanjutnya di kecamatan Genuk bulan Oktober. Ini sudah ditentukan atau diusulkan dari tahun 2024 dan sudah kita lakukan survei lapangan,” katanya. (*)

