EMPATI: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyerahkan uang santunan dari Jasa Raharja kepada ahli waris korban kecelakaan tol Pemalang. Foto: Ist.

Tragedi Bus di Pemalang Jadi Pengingat Pentingnya Kelayakan Kendaraan, Wali Kota Agustina Ingatkan Penyelenggara Wisata”

SEMARANG – Kecelakaan bus wisata di Tol Pemalang-Batang yang menewaskan empat warga Semarang menjadi sorotan tajam Pemerintah Kota Semarang. Wali Kota Agustina Wilujeng menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan transportasi agar tragedi serupa tak terulang.

“Setiap penyelenggara wisata harus memastikan bus yang digunakan layak jalan. Jangan sampai abai terhadap keselamatan,” ujar Agustina, Senin (27/10).

Kecelakaan yang terjadi Sabtu (25/10) itu menewaskan empat penumpang dari rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor dan melukai 32 lainnya.

Agustina menegaskan, Pemkot Semarang bersama Jasa Raharja dan Dinas Kesehatan telah menangani seluruh korban, termasuk pemberian santunan dan biaya pengobatan.

Empat ahli waris korban meninggal dunia telah menerima santunan Rp50 juta, sedangkan korban luka mendapat jaminan pengobatan maksimal Rp20 juta. “Kalau biaya lebih, Pemkot yang menanggung,” jelasnya.

Ia meminta Dinas Kesehatan untuk memastikan seluruh korban mendapat perawatan layak. “Tak boleh ada yang ditolak rumah sakit karena persoalan biaya,” tegasnya.

Kepala Jasa Raharja Semarang, Manggala Aji Mukti, menjelaskan bahwa pembayaran dilakukan langsung ke rumah sakit melalui sistem garansi letter. “Jadi korban fokus sembuh, tidak direpotkan urusan administrasi,” katanya.

Menurut data, bus yang membawa 36 penumpang mengalami gangguan sistem rem sebelum akhirnya terguling di KM 32-B. Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap sopir dan pihak pengelola kendaraan.

Agustina menilai, tragedi ini menjadi refleksi perlunya evaluasi regulasi transportasi wisata. “Kendaraan pariwisata harus diuji lebih ketat karena membawa banyak nyawa,” ujarnya.

Selain menyoroti aspek keselamatan, Agustina juga memuji respons cepat aparat dan relawan dalam evakuasi korban. “Koordinasi lintas daerah berjalan baik. Ini bentuk gotong royong sesama instansi,” katanya.

Pemerintah Kota Semarang akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk memperketat izin operasional bus wisata yang masuk ke wilayahnya.

“Kita harus jadikan peristiwa ini pelajaran berharga. Jangan sampai ada lagi warga yang jadi korban karena kelalaian,” ujarnya.

Santunan dan bantuan Pemkot diharapkan dapat sedikit meringankan duka keluarga korban. “Kami bersama warga Semarang turut berduka. Semoga para korban diterima di sisi Tuhan,” ucapnya.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link