TERUS MELAYANI: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat peletakan batu pertama Gudang Koperasi di Sampangan, Jumat (17/10). Foto: Ist.

Agustina Wilujeng Pastikan Arah Pembangunan Lima Tahun ke Depan Tidak Bergeser

SEMARANG — Meski menghadapi penurunan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp442 miliar, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memastikan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD 2025–2030 tetap berjalan sesuai rencana.

“Kita akan tetap melangkah sesuai jalur. Tidak ada program prioritas yang dihapus, hanya penyesuaian agar lebih efisien,” ujarnya, Jumat (17/10).

Menurutnya, tantangan fiskal ini justru memperkuat komitmen Pemkot dalam mengedepankan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

Ia menjelaskan, penurunan TKD berdampak pada APBD yang menurun dari Rp2,078 triliun menjadi Rp1,635 triliun, namun hal itu tidak mengubah arah pembangunan yang berfokus pada lima prioritas utama.

“Pendidikan, pangan, ekonomi, infrastruktur, dan daya saing akan tetap menjadi fokus utama,” jelas Agustina.

Setiap tahun dalam RPJMD memiliki prioritas tematik: SDM di 2025, pangan-lingkungan di 2026, ekonomi di 2027, infrastruktur di 2028, dan daya saing di 2029.

Ia menegaskan, meski dengan sumber daya terbatas, pemerintah tetap akan memaksimalkan hasil pembangunan melalui inovasi kebijakan.

“Kuncinya bukan berapa besar anggarannya, tapi seberapa efektif penggunaannya,” katanya.

Kebijakan efisiensi juga diarahkan agar pelayanan publik berjalan lebih cepat dan adaptif terhadap teknologi.

Agustina menilai, kebijakan fiskal nasional harus dijawab dengan reformasi birokrasi dan inovasi daerah.

“Semarang sudah memulai transformasi digital di berbagai sektor pelayanan. Itu akan memperkuat daya tahan fiskal,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan DPRD dan masyarakat menjadi elemen penting menjaga keberlanjutan pembangunan.

“Pembangunan bukan hanya urusan pemerintah, tapi gerakan bersama,” ucapnya.

Dengan semangat optimisme, Pemkot Semarang berkomitmen menjaga laju pembangunan menuju visi Semarang sebagai pusat ekonomi yang inklusif dan berkeadilan sosial pada 2030.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link