SEMARANG — Menyongsong pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 tahun 2026, Kota Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mematangkan strategi dan kesiapan sebagai tuan rumah.
Kegiatan yang digelar oleh LPTQ Kota Semarang di Hotel Pandanaran, Kamis (16/10), diikuti oleh 100 peserta dari pengurus LPTQ kota dan kecamatan.
FGD bertema Strategi Jitu Meningkatkan Daya Saing Kafilah Menuju MTQ Nasional ini menghadirkan tiga narasumber utama: Budi Prakosa, Muhtasit, dan Muhammad Ahsan.
Ketua Umum LPTQ Kota Semarang, Budi Prakosa, menegaskan bahwa kesiapan Semarang bukan hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari kualitas peserta.
“Kita ingin menjadi tuan rumah yang berprestasi. Artinya, tidak hanya sukses menggelar acara, tapi juga sukses meraih juara,” ujarnya.
Menurut Budi, Pemkot Semarang telah menyiapkan dukungan penuh baik dalam hal pendanaan maupun fasilitas.
“Dukungan ini mencakup penganggaran, pelatihan, dan pendampingan intensif bagi peserta dari setiap kecamatan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Semarang, Muhtasit, menyebut bahwa keberhasilan MTQ nasional akan bergantung pada sinergi semua pihak.
“Semarang memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang kompeten dan semangat religius masyarakat yang kuat,” katanya.
Ia menambahkan perlunya pembentukan tim khusus untuk pengelolaan teknis dan penguatan kafilah.
Kabag Kesra Setda Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengungkapkan Pemkot menyiapkan anggaran Rp90 juta per kecamatan untuk mendukung kegiatan MTQ lokal.
FGD juga membahas kesiapan infrastruktur pendukung seperti lokasi lomba, akomodasi, dan transportasi bagi peserta dari berbagai daerah.
Kegiatan ini menjadi bagian awal dari serangkaian persiapan menuju MTQ Nasional yang akan menjadikan Semarang pusat kegiatan keagamaan berskala nasional.
Dengan kolaborasi lintas lembaga dan komitmen pemerintah daerah, Semarang optimistis tampil sebagai tuan rumah terbaik sekaligus juara umum di ajang MTQ Nasional 2026.
Reporter: Raffa Danish

