BUTUH BANYAK DOKTER: Sekda Jateng Sumarno saat menghadiri Muswil AIPKI, Jumat (19/9). Foto: Ist.

Jawa Tengah Krisis Dokter, Masih Kekurangan 16.458 Tenaga Medis

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah masih menghadapi defisit besar tenaga dokter. Berdasarkan data terbaru, setidaknya diperlukan tambahan 16.458 dokter untuk mencapai rasio ideal sesuai standar World Health Organization (WHO), yaitu satu dokter melayani seribu penduduk.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebut jumlah dokter yang ada baru 11.405 orang, jauh dari target 27.863 dokter. “Perbandingan jumlah dokter umum maupun spesialis di Jawa Tengah belum sesuai standar. Ini menjadi PR besar bagi pemerintah dan dunia pendidikan,” ujarnya dalam Musyawarah Wilayah AIPKI Wilayah IV di Hotel Santika Premiere Semarang, Jumat (19/9).

Menurut Sumarno, penyebab utama kekurangan ini adalah jumlah lulusan kedokteran yang masih terbatas. Ia mendorong AIPKI memperbanyak kuota mahasiswa baru dan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi.

Ia juga menyoroti persepsi publik mengenai mahalnya biaya kuliah kedokteran. “Harus ada edukasi agar anak-anak SMA tidak takut mendaftar kedokteran karena faktor biaya,” tegasnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menambahkan bahwa masalah distribusi dokter menjadi tantangan besar. “Bukan hanya jumlah yang kurang, tetapi penyebaran dokter belum merata. Daerah-daerah terpencil kerap kesulitan mendapatkan dokter,” katanya.

Khairul menyebut pemerintah pusat telah mencanangkan pembukaan 158 program studi kedokteran baru sebagai bagian dari visi Indonesia Sehat 2045.

Selain itu, ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan rumah sakit untuk memastikan sarana pendidikan kedokteran memadai. “Rumah sakit pendidikan sangat krusial. Perguruan tinggi baru tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan daerah,” jelasnya.

Humas AIPKI, Tonang Dwi Ardyanto, menyebut sejak 2001 jumlah fakultas kedokteran di Indonesia berkembang dari 17 menjadi 127 anggota. “Tugas kami menjaga mutu lulusan agar kualitas dokter terjamin,” ungkapnya.

Forum AIPKI kali ini menjadi momentum penting merumuskan solusi strategis dalam memenuhi kebutuhan dokter umum dan spesialis di Indonesia.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link