SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang kembali menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana yang terjadi akibat hujan deras. Dalam dua hari terakhir, tiga kejadian berbeda berhasil ditangani tanpa korban jiwa.
Kepala BPBD Semarang melaporkan tim segera turun ke lokasi begitu menerima laporan warga. Mereka melakukan pendataan kerusakan, pembersihan area terdampak, dan koordinasi dengan dinas terkait.
Peristiwa pertama terjadi Senin (15/9) di Kemijen, Semarang Timur, di mana puting beliung merusak atap tiga rumah warga.
Sehari kemudian, Selasa (16/9), tanah ambles melanda Jalan Ringin Telu, Kalipancur, sementara longsor menimpa tiga rumah di Gisikdrono.
BPBD bekerja sama dengan Babinsa, perangkat kelurahan, dan masyarakat melakukan gotong-royong mengevakuasi material longsor.
Wali Kota Agustina Wilujeng memuji kerja cepat tim di lapangan. “Saya berterima kasih atas kesigapan BPBD dan semua unsur yang bergerak. Semoga masyarakat merasa terlindungi,” katanya.
BPBD juga rutin melakukan sosialisasi mitigasi bencana ke wilayah rawan.
BMKG memperingatkan curah hujan masih cukup tinggi, sehingga masyarakat diminta waspada ancaman banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Pemkot Semarang menyiapkan jalur komunikasi darurat yang bisa diakses melalui call center dan WhatsApp resmi BPBD.
Langkah preventif dan respon cepat ini diharapkan menjaga keamanan warga sepanjang musim hujan.
Reporter: Ismu Puruhito

