SEMARANG — Sutradara ternama Hanung Bramantyo hadir langsung pada peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LSSFF) 2025 di Semarang, Senin (15/9). Ia menyebut Semarang memiliki aset visual dan sejarah yang bisa menjadikannya pusat perfilman nasional.
Hanung mengatakan sudah lama menanti momen kebangkitan film di Semarang. “Kota ini punya lokasi syuting kelas dunia, tinggal memperkuat regulasi dan mendukung komunitas film lokal,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa festival film seperti LSSFF harus konsisten diadakan setiap tahun. “Festival film bukan hanya selebrasi, tapi harus menjadi wadah edukasi dan inkubasi bakat sineas muda,” tegasnya.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyambut positif saran tersebut. Menurutnya, Pemkot siap menjadi tuan rumah bagi ide-ide kreatif. “Kami berkomitmen mendukung penuh ekosistem film, termasuk penyediaan ruang publik yang bisa digunakan sebagai lokasi syuting,” ujar Agustina.
Festival ini akan menggelar kompetisi film pendek, workshop, hingga Semarang Film Week pada Desember mendatang.
Samuel Wattimena selaku Ketua Komite menuturkan bahwa LSSFF mengusung tema “Dari Seribu Pintu, Semarang Berkisah” yang diharapkan memicu eksplorasi cerita lokal.
Rangkaian kegiatan juga menghadirkan kurator dan juri nasional seperti Monty Tiwa dan Indra Yudhistira untuk memastikan kualitas film yang diputar.
Hanung berharap LSSFF menjadi cikal bakal lahirnya film-film layar lebar yang bercerita tentang Semarang. “Cerita lokal bisa mendunia jika dikerjakan dengan serius,” ujarnya.
Agustina mengajak generasi muda untuk menjadikan festival ini sebagai sarana berlatih sekaligus berjejaring.
Peluncuran festival ini sekaligus menandai dimulainya era baru Semarang sebagai kota sineas yang berdaya saing.
Reporter: Ismu Puruhito

