GUMREGAH: Wali Kota Semarang Agustina Semarang meninjau budidaya Magot di Kelurahan Jabungan, Sabtu (13/9). Foto: Ist.

Gumregah Ubah Sampah Jadi Berkah, 100 Kg Maggot Dipanen Setiap Hari

SEMARANG – Program Gumregah yang diluncurkan Pemkot Semarang kini menuai hasil. Panen perdana budidaya maggot di Jabungan, Banyumanik, Sabtu (13/9), menjadi bukti bahwa sampah organik bisa diubah menjadi peluang ekonomi.

Wali Kota Agustina Wilujeng menyebut Gumregah sebagai bentuk nyata penerapan ekonomi sirkular di tingkat kota. “Dari sampah lahir nilai tambah. Inilah wujud kota yang inovatif,” ujarnya.

Program ini mengolah hingga 2 ton sampah organik per hari, sekaligus menghasilkan 100 kg maggot yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak bernutrisi tinggi.

Selain maggot, dihasilkan juga kasgot sebagai pupuk yang membantu petani kangkung, cabai, dan tomat meningkatkan produktivitas.

Agustina menjelaskan tahun 2026 akan dilakukan uji coba penggabungan rumah maggot dengan usaha peternakan untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru.

Warga Jabungan dilibatkan aktif dalam setiap proses mulai dari pemilahan sampah, budidaya, hingga pemanenan.

Kegiatan ini memberikan manfaat ganda: lingkungan bersih dan pendapatan tambahan bagi warga.

Pemkot Semarang berencana memperluas program Gumregah ke kelurahan lain agar pengurangan sampah bisa lebih cepat.

Program ini mendukung target nasional pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus sejalan dengan visi Semarang Bersih.

“Bila seluruh kelurahan bergerak bersama, Semarang akan menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah,” tutup Agustina.

Reporter: Raffa Danish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link