SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang terus mendorong kebangkitan seni tradisi. Salah satunya melalui pagelaran “Wayang Orang on The Street” yang sukses digelar di persimpangan Sayangan, Kota Lama, Minggu (14/11) malam.
Wali Kota Agustina Wilujeng tampil sebagai Sang Hyang Wenang, didampingi sejumlah kepala OPD. Kolaborasi ini menjadi simbol dukungan Pemkot terhadap pelestarian budaya lokal.
Pertunjukan yang menggandeng Ngesti Pandowo itu menampilkan lakon “Sang Pinilih”, yang menceritakan keberanian Srikandi menghadapi perang Kurusetra.
Agustina mengatakan, pengalaman ikut berperan membuatnya semakin memahami pentingnya melestarikan budaya. “Saya berharap wayang orang bisa rutin dipentaskan di titik-titik strategis kota,” ucapnya.
Ia menyebut konsep pertunjukan jalanan membuat wayang orang semakin inklusif. “Masyarakat bisa menonton secara gratis, suasananya hidup dan akrab,” tambahnya.
Pagelaran ini juga menjadi ajang promosi wisata Kota Lama. Para pengunjung yang hadir mendapat hiburan sekaligus edukasi sejarah.
Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menegaskan, seni tradisi seperti wayang orang mengandung pesan moral yang relevan untuk membangun karakter masyarakat.
Pemerintah Kota Semarang, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan termasuk bantuan sarana kostum untuk para seniman wayang di tahun mendatang.
Hadir pula Samuel Wattimena yang membacakan puisi pembuka dan bernyanyi bersama penonton.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin yang memperkuat identitas Semarang sebagai kota budaya.
Reporter: Ismu Puruhito

