SIAGA: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengukuhkan FPRB mengantisasi kemungkinan bencana akibat musim penghujan. Foto: Ist.

Kukuhkan FPRB, Pemkot Semarang Dorong Lahirnya Inovasi Mitigasi Bencana

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) bukan hanya seremonial, melainkan langkah strategis memperkuat mitigasi bencana berbasis masyarakat.

Dalam apel gladi lapang di Halaman Balaikota, Kamis (11/9), ia mengingatkan bahwa musim penghujan akan datang dengan potensi cuaca ekstrem. “Kita harus bersiap, karena risiko banjir dan longsor semakin tinggi,” ujarnya.

FPRB diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya inovasi, mulai dari pembuatan peta risiko bencana di setiap kelurahan hingga penyusunan SOP evakuasi berbasis komunitas.

Selain itu, program seperti Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) akan diperkuat agar edukasi kebencanaan sampai ke sekolah-sekolah.

Apel gladi lapang menghadirkan simulasi bencana yang memeragakan evakuasi korban, pendirian tenda darurat, dan distribusi logistik. Latihan ini mendapat sambutan positif dari relawan dan masyarakat.

BPBD Kota Semarang menyiagakan seluruh armada dan peralatan teknis, termasuk perahu karet dan truk penyelamat. Dinas Kesehatan menurunkan ambulans dan tim medis untuk latihan penanganan korban luka.

Agustina mengingatkan pentingnya partisipasi warga. “Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Warga perlu tahu jalur evakuasi dan cara bertindak saat bencana,” tegasnya.

Hadir pula jajaran Forkopimda dan perwakilan perguruan tinggi yang siap mendukung riset dan teknologi kebencanaan.

Pemkot menargetkan Semarang menjadi kota tangguh bencana berbasis teknologi dengan sistem peringatan dini yang terintegrasi.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link