PENGENALAN: Suasana kegiatan Lapor Semarang Goes to School di SMPN 5 Semarang, Selasa (9/9).

Pemkot Semarang Edukasi Pelajar SMP Lewat Lapor Semarang Goes to School

SEMARANG – Upaya mendekatkan layanan publik kepada masyarakat terus dilakukan Pemkot Semarang. Melalui Lapor Semarang Goes to School yang digelar di SMPN 5 Semarang, Selasa (9/9), ratusan pelajar SMP dikenalkan dengan kanal aduan dan layanan darurat kota.

Program ini memperkenalkan Lapor Semar Solusi AWP, Call Center 112, dan PPID Kota Semarang. Dengan begitu, masyarakat muda bisa memahami cara menyampaikan kritik, masukan, maupun permintaan penanganan darurat.

Menurut Sub Koordinator Wulan Asih Setyarini, literasi layanan publik harus dikenalkan sejak dini. “Kota yang baik dibangun bersama pemerintah dan warganya. Pelajar adalah bagian penting yang harus dilibatkan,” katanya.

Peserta kegiatan tampak antusias. Banyak siswa menyampaikan kritik konstruktif. Misalnya, Azzahra dari SMPN 12 meminta peningkatan kualitas layanan BRT agar lebih nyaman.

Sementara itu, Anastasia dari SMPN 20 mengaku terbantu dengan layanan 112 karena mempermudah akses ambulans, damkar, dan kepolisian.

Latif dari SMPN 34 menambahkan, layanan 112 memudahkan pelaporan tawuran dan kerusuhan. “Kami merasa terlindungi dengan layanan ini,” ujarnya.

Tiga narasumber yang hadir memastikan layanan dapat dimanfaatkan siapa pun di Kota Semarang, baik warga asli maupun pendatang.

Selain itu, keamanan pelapor dijamin dan masyarakat diimbau untuk tidak menyalahgunakan kanal, terutama untuk keperluan iseng.

Program ini membuktikan bahwa literasi layanan publik dapat dibangun secara kolaboratif. Pelajar diharapkan menjadi agen perubahan dalam masyarakat.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link