PERAWATAN: Peningkatan infrastruktur jalan di Jateng yang sudah baik perlu diimbangi dengan perawatan. Foto: Ist.

Perluas Aplikasi Monitoring Jalan, Solusi Pemeliharaan Berkeadilan di Jateng

SEMARANG – Dengan kondisi jalan provinsi Jawa Tengah yang sudah 89,9 persen mantap, tantangan selanjutnya adalah menjaga keberlanjutan kualitas melalui pemeliharaan cerdas.

Pengamat transportasi Undip, Dr Yudi Basuki, menilai perlunya aplikasi monitoring berbasis data yang mampu memprediksi kebutuhan perawatan jalan. “Aplikasi harus memuat data tingkat kerusakan, luas jalan, kelas jalan, dan wilayah ekonomi. Dari situ bisa ditentukan prioritas perbaikan tiap tahun,” jelasnya.

Yudi mencontohkan aplikasi Jalan Cantik milik DPU Jateng. Namun menurutnya, fitur masih terbatas. “Butuh aplikasi baru yang bisa memberikan laporan lebih adil antarwilayah,” katanya.

Dengan teknologi prediksi, perawatan jalan bisa merata. Tidak hanya fokus di wilayah tertentu, tetapi juga daerah yang punya potensi ekonomi.

Selain aplikasi, ia menilai jembatan timbang juga harus kembali dioptimalkan untuk mengurangi kerusakan akibat kendaraan ODOL.

Menurut Yudi, pemeliharaan berbasis teknologi akan membantu menghemat biaya transportasi jangka panjang. “Umur jalan harus dijaga bersama, karena jalan adalah ruang publik yang dibiayai dari pajak rakyat,” tegasnya.

AR Hanung Triyono menambahkan bahwa Pemprov Jateng terus mempercepat progres pekerjaan jalan. Paket rehabilitasi di delapan BPJ sudah mencapai 60 persen, sementara pemeliharaan rutin di sembilan BPJ progresnya 75 persen.

Hanung mengakui, realisasi anggaran baru sekitar 40 persen. Namun pada September diharapkan meningkat hingga 65 persen.

Ia menegaskan, target utama adalah memastikan semua paket rampung pada Desember 2025.

Reporter: Raffa Danish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link