BERI TANTANGAN: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng beri kesempatan anak muda di Kota Semarang untuk berkreasi. Foto: Ist.

Agustina Dorong Board Game sebagai Media Pembentukan Karakter Generasi Muda Semarang

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menilai board game sebagai media efektif untuk membentuk karakter generasi muda. Hal ini ia sampaikan di sela workshop board game yang diselenggarakan KNPI Kota Semarang di Hotel Pandanaran, Jumat (21/11).

Menurutnya, permainan papan dapat melatih strategi, pengendalian diri, serta kemampuan memecahkan masalah. Keterampilan ini sangat relevan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas 2045.

Di hadapan para pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa, Agustina menjelaskan bahwa board game memberi pengalaman belajar yang lebih hidup dibanding permainan digital. Pemain harus terlibat dalam diskusi, negosiasi, dan interaksi langsung.

Ia menilai bahwa interaksi tersebut penting untuk membangun kecerdasan sosial di era digital yang cenderung individualistik. Dengan bermain bersama, anak muda belajar bekerja sama dan bersaing secara sehat.

Agustina juga mengajak peserta untuk menciptakan board game yang berangkat dari budaya dan identitas Semarang. Karakter Denok dan Kenang, ikon Kota Lama, serta TPA Jatibarang disebutnya memiliki nilai edukatif yang kuat.

Menurutnya, permainan yang melibatkan unsur lokal dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap kota. Selain itu, board game bertema Semarang juga berpotensi menjadi media promosi budaya.

Dalam kesempatan tersebut, ia membahas peluang ekonomi game papan. Industri ini melibatkan banyak profesi, mulai dari penulis cerita, ilustrator, tim pemasaran, hingga produsen.

Agustina menegaskan bahwa board game dapat menjadi sumber pendapatan aktif bagi anak muda. Produk yang dikemas baik dapat dipasarkan secara mandiri maupun melalui platform penjualan digital.

Ia mengingatkan para pelajar agar tetap mengutamakan pendidikan. Kreativitas dan permainan harus berjalan selaras dengan tanggung jawab belajar.

Agustina berharap agar kegiatan seperti workshop board game terus diperluas. Menurutnya, keberhasilan ekosistem kreatif bergantung pada kolaborasi komunitas dan dukungan pemerintah.

Ia menyampaikan bahwa Pemkot Semarang siap memfasilitasi ruang untuk mengekspresikan karya anak muda. Kreativitas yang tumbuh sejak dini akan menjadi modal penting untuk masa depan bangsa.

Dengan dorongan tersebut, Agustina optimistis generasi muda Semarang mampu melahirkan karya-karya kreatif yang membanggakan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Reporter: Ismu Puruhito

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link