Semarang: Pemerintah Kota Semarang mendorong digitalisasi distribusi pangan melalui KKMP agar sistem logistik kelurahan menjadi lebih cepat, transparan, dan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok.

177 KKMP Disiapkan Jadi Model Nasional, Semarang Mantapkan Diri sebagai Kota Pionir Pangan Berkelanjutan

SEMARANG – Program 177 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) milik Pemerintah Kota Semarang semakin meneguhkan posisi kota ini sebagai pionir ketahanan pangan berbasis komunitas. Inisiatif ini mulai dilirik daerah lain untuk direplikasi.

Dalam kunjungan kerjanya ke Gudang Logistik KKMP Sampangan, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa keberhasilan 38 koperasi pionir menjadi bukti bahwa ekosistem pangan dapat dikelola masyarakat secara mandiri.

Menurut Agustina, koperasi tidak hanya menjadi saluran distribusi pangan, tetapi juga wadah penciptaan inovasi bisnis di tingkat kelurahan. Perkembangan modal mencapai Rp448 juta dari 4.566 anggota menunjukkan kepercayaan publik yang semakin kuat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan 177 gudang KKMP akan menjadi tahap penting untuk memperluas cakupan pengelolaan pangan terintegrasi. Gudang ini menjadi aset strategis bagi kelurahan dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.

Model pengelolaan KKMP yang menekankan kepemilikan kolektif membuatnya dianggap sebagai salah satu praktik terbaik dalam mengembangkan ekosistem ketahanan pangan lokal.

Untuk memperkuat keberlanjutan, Pemkot menerapkan strategi meliputi pendampingan manajemen, pelatihan SDM, akses pembiayaan, dan digitalisasi operasional. Langkah ini memastikan setiap koperasi dapat berjalan sesuai standar.

Selain itu, Pemkot aktif memperluas kemitraan dengan pelaku usaha, BUMD, dan kelompok UMKM untuk memperkuat jaringan distribusi. Hal ini dinilai penting untuk menjaga rantai pasok tetap aman.

Agustina menyatakan bahwa keberhasilan KKMP Gedawang menjadi rujukan nasional karena koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi, tetapi juga pusat pembelajaran bisnis.

Ia menilai bahwa koperasi memiliki potensi besar menjadi pilar ekonomi lokal. Keberhasilan koperasi pionir akan menjadi blueprint untuk pengembangan koperasi di wilayah lain.

Dalam visi jangka panjang, Pemkot Semarang ingin memastikan bahwa seluruh kelurahan memiliki koperasi yang sehat secara manajerial dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dengan pendekatan kolaboratif dan pemberdayaan komunitas, Kota Semarang menempatkan dirinya sebagai kota yang mampu membangun sistem pangan berkelanjutan dan inklusif.

Program KKMP diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi model ekonomi kerakyatan yang dapat ditiru di skala nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
Share via
Copy link